Jumat, 09 Agustus 2013

Selamatkan Aksara Batak dari Kepunahan !

Surat Batak


Surat Batak adalah nama aksara yang digunakan untuk menuliskan bahasa Batak. Surat Batak masih berkerabat dengan aksara Nusantara lainnya. Aksara ini memiliki beberapa varian bentuk, tergantung bahasa dan wilayah. Secara garis besar, ada lima varian surat Batak di Sumatra, yaitu Karo, Toba, Dairi, Simalungun, dan Mandailing. Aksara ini wajib diketahui oleh para datu, yaitu orang yang dihormati oleh masyarakat Batak karena menguasai ilmu sihir, ramal, dan penanggalan. Kini, aksara ini masih dapat ditemui dalam berbagai pustaha, yaitu kitab tradisional masyarakat Batak.


"HERMAN DELAGO MANIK" Komposer Musik Asal Austria yang Mengerti Betapa Indahnya Musik Batak

Hermann Delago adalah seorang komposer musik kelahiran 1957 asal Austria yang menikahi seorang Gadis Batak sehingga diberi marga Manik. Walaupun banyak dari antara kita yang tidak mengenal sosok Hermann, namun Ia bukanlah seorang musisi kelas teri. Karirnya dimulai pada tahun 1974 ketika Ia bersama Band beraliran rock "Klockwerk Orange" merilis album yang berjudul Abrakadabra. Kemudian Ia juga pernah bekerja sama dengan berbagai grup seperti Austria Trio, Combo Delago, dan Viller Spatzen. Tidak hanya musisi, Ia juga seorang arranger, dan komposer kenamaan di Austria dan Eropa yang kemudian belakangan lebih banyak memainkan musik Batak setelah jatuh cinta pada pendengaran pertama yaitu lagu Butet pada saat Herman Delago Manik berkunjung ke Bali.







Bersama Vicky Sianipar, Hermann Delago Manik merilis sebuah album "Tobatak" yang disisipi dengan sentuhan musik modern, tanpa menghilangkan unsur musik etnik khas Batak. Kolaborasi manis mereka berdua ditambah kolaborasi musik Batak dengan musik modern, membuat album ini jadi suatu mahakarya yang sangat indah ditengah-tengah dunia musik Batak yang menurut sebagian orang selama beberapa tahun belakangan hanya itu-itu saja.
Herman Delago & Vicky Sianipar



Pertemuan Hermann Delago dengan Vicky Sianipar secara tidak sengaja di sebuah warung kopi di tuk-tuk berbuah album kolaborasi yang dirilis dengan nama Tobatak. Album yang berisi sembilan lagu ini digarap sejak Agustus 2010 lalu dan secara resmi dirilis dan didistribusikan di Indonesia pada 6 Januari 2012 lalu oleh MS Productions. Sementara untuk jalur Internasional album ini akan diedarkan oleh label BSC Music Jerman pada 27 Januari 2012 yang lalu.


Cover Album Tobatak