Hermann Delago adalah seorang
komposer musik kelahiran 1957 asal Austria yang menikahi seorang Gadis
Batak sehingga diberi marga Manik. Walaupun banyak dari antara kita yang
tidak mengenal sosok Hermann, namun Ia bukanlah seorang musisi kelas
teri. Karirnya dimulai pada tahun 1974 ketika Ia bersama Band beraliran
rock "Klockwerk Orange" merilis album yang berjudul Abrakadabra.
Kemudian Ia juga pernah bekerja sama dengan berbagai grup seperti
Austria Trio, Combo Delago, dan Viller Spatzen. Tidak hanya musisi, Ia
juga seorang arranger, dan komposer kenamaan di Austria dan Eropa yang
kemudian belakangan lebih banyak memainkan musik Batak setelah jatuh
cinta pada pendengaran pertama yaitu lagu Butet pada saat Herman Delago Manik berkunjung ke Bali.
Bersama Vicky Sianipar, Hermann Delago Manik merilis sebuah album "Tobatak"
yang disisipi dengan sentuhan musik modern, tanpa menghilangkan unsur
musik etnik khas Batak. Kolaborasi manis mereka berdua ditambah
kolaborasi musik Batak dengan musik modern, membuat album ini jadi suatu
mahakarya yang sangat indah ditengah-tengah dunia musik Batak yang
menurut sebagian orang selama beberapa tahun belakangan hanya itu-itu
saja.
![]() | ||
| Herman Delago & Vicky Sianipar |
Pertemuan Hermann Delago dengan Vicky Sianipar secara tidak sengaja di sebuah warung kopi di tuk-tuk berbuah album kolaborasi yang dirilis dengan nama Tobatak. Album yang berisi sembilan lagu ini digarap sejak Agustus 2010 lalu dan secara resmi dirilis dan didistribusikan di Indonesia pada 6 Januari 2012 lalu oleh MS Productions. Sementara untuk jalur Internasional album ini akan diedarkan oleh label BSC Music Jerman pada 27 Januari 2012 yang lalu.
![]() |
| Cover Album Tobatak |


2 komentar:
sungguh pantasnya musik kita mendunia lae hahaha HORAS LAE
hajar lae !
Posting Komentar